Strategi Pemasaran Bisnis Laundry Rumahan

cara jitu marketing laundry,contoh kupon laundry,pemasaran laundry kreati,bagaimana proses pemasaran laundry,marketing mix usaha laundry,cara mencari pelanggan laundry,cara promosi laundry baru,target pasar laundry

Strategi Pemasaran Bisnis Laundry Rumahan

cara jitu marketing laundry,contoh kupon laundry,pemasaran laundry kreati,bagaimana proses pemasaran laundry,marketing mix usaha laundry,cara mencari pelanggan laundry,cara promosi laundry baru,target pasar laundry

Bab I
Pendahuluan

A.Latar Belakang

Dengan semakin padatnya kinerja seseorang, menuntut untuk dapat mengatur waktunya sebaik mungkin. Sedikit sekali orang memiliki kemampuan manajerial dalam membagi waktunya, apalagi untuk hal-hal yang dianggap sepele namun berpengaruh besar. Aktivitas yang kecil namun membawa pengaruh besar tersebut yaitu mencuci pakaian. Bila dipikir,tidak banyak orang dikota besar yang bisa membagi waktunya untuk mencuci pakaiannya sendiri, sejak pagi sudah bergelut dengan pekerjaanya, pulang dari kantor sudah larut malam, dan hanya ada satu dibenak pikiran yaitu istirahat. Selain pekerja, banyak para pelajar atau anak kos yang tidak dapat menyisihkan waktunya untuk mencuci pakaian, khususnya para mahasiswa di UIN Maulana Malik Ibrahim dan sekitarnya, sehingga mereka memilih jasa laudry untuk mengatasi masalah tersebut.
Baik konsumen maupun pemilik laundry merasa saling diuntungkan, Bagi konsumen biaya yang dikeluarkan sebanding dengan hasil yang diperoleh, terlebih biaya jasa laundry juga relative murah, sesuai kantong mahasiswa, yang merupakan pangsa pasar terbesar untuk laundry di Malang. Bagi pengusaha laundry pun sama merasa diuntungkan, karena dengan harga yang terjangkau dapat menarik konsumen yang begitu banyak. Maka tidak heran bahwa bisnis laundry merupakan bisnis yang menggiurkan dan tidak ada matinya.
A. Judul Usaha
USAHA JASA LAUNDRY KILOAN “Nade Laundry”

B. Status Usaha
Usaha yang akan kami jalankan adalah pengembangan usaha yang sudah ada.

C. Tujuan Kegiatan
Tujuan dari didirikankanya usaha jasa laundry ini adalah:
1. Untuk membantu kedua orang tua saya dalam mencari penghasilan.
2. Memanfaatkan peluang yang dapat menghasilkan uang.
3. Melatih jiwa berwirausaha dikalangan pelajar atau mahasiswa,
4. Membuka lapangan pekerjaan.
5. Menyediakan jasa kepada masyarakat.

D. Metode Pelaksanaan

· Produk
Produk usaha ini adalah jasa laundry kiloan, yaitu jasa pencucian segala bentuk pakaian.

· Proses Produksi
Pencucian pakaian dilakukan dengan proses sebagai berikut:
1. Pakaian kotor dipilah dan dikelompokkan sesuai dengan pemiliknya.
2. Pakaian dibungkus dan ditimbang beratnya.
3. Pakaian dicuci dengan menggunakan mesin pencuci pakaian.
4. Setelah pakaian dicuci bersih, pakaian dikeringkan.
5. Setelah pakaian kering, pakaian kemudian disetrika.
6. Pakaian yang telah rapih dikemas dan siap dikembalikan ke pelanggan.

· Tempat Produksi
Hal terpenting pada persiapan setiap usaha adalah memilih lokasi yang strategis dan mudah dicari, begitu pula pada usaha laundry. Untuk itu kami memilih lokasi usaha laundry kami dipinggir jalan dan disekitar kampus yang padat tempat kos mahasiswa. Selain itu, kami juga memilih tempat yang menyediakan lahan parkir untuk keleluasaan konsumen dalam memarkirkan kendaraannya, bagi pelanggan yang mengantarkan pakaiannya sendiri.
a. Target Produk
Produk yang akan dihasilkan adalah jasa Loundry. Kualitas dari jasa laudry ini yaitu proses pencucian terpisah masing-masing pelanggan. Hasil cucian bersih, wangi, rapih, licin dan siap pakai. Sesuai dengan kapasitas peralatan produksi, produk yang dapat dihasilkan adalah sesuai dengan jumlah konsumen yang ditargetkan, dengan asumsi kerja (30 hari kerja/bulan).

b. Target Konsumen
Konsumen yang ditargetkan adalah mahasiswa usia remaja yang tinggal di kost dengan jumlah target rata-rata 540 orang perbulan atau 6480 orang pertahun.
c. Target Pendapatan
Jumlah pendapatan bersih yang ingin diperoleh setiap bulan adalah minimal Rp. 1.000.000,-

E. Rencana Biaya

A. Penentuan Harga Pokok
Setiap kilogram (Kg) pakaian yang dilaundry kami beri harga Rp.3.000 untuk paket jasa laundry biasa dan Rp. 5.000 untuk jasa laundry kilat serta target usaha tiap hari 54 kg, atau 1620 kg per bulan.

B. Investasi yang Diperlukan

No. Jumlah Barang Jumlah Harga Satuan Total Harga
1 Mesin cuci LG WP-700N, 7Kg kapasitas 2 buah 1.600.000 3.200.000
2 Mesin Pengering Modena MD-650 , kapasitas 7Kg 1 buah Rp 3.800.000 Rp 3.800.000
3 Setrika Cosmos 3 buah Rp.75.000 Rp.225.000
4 Meja + Alas setrika 2 buah Rp.55.000 Rp.110.000
5 Timbangan Digital max 20kg 1 buah Rp.450.000 Rp.450.000
6 Ember Besar 4 buah Rp.75.000 Rp.300.000
7 Keranjang 10 buah Rp.25.000 Rp.250.000
8 Meja + Alat-administrasi Komplit Rp.550.000 Rp.550.000
9 Media promosi (spanduk, brosur, papan nama) Rp.370.000 Rp.370.000
10 Hanger + Jepitan 15 Pak Rp.15.000 Rp.250.000
11 Tali Tambang 100m Rp.1000 Rp.100.000
12 Rak Besi Siku 1 buah Rp.650.000 Rp.650.000
13 Peralatan listrik (rol, terminal, lampu, kabel) Rp.250.000 Rp.250.000
Total Rp.11.495.000
  1. Kebutuhan Operasional per – Bulan
No NamaBarang Banyaknya HargaSatuan Jumlah
1 Detergen 25 Kg 10.000 250.000
2 Pelicin setrika 10 botol 10.000 100.000
3 Plastic 6 Rol Isi 100 30.000 180.000
4 Plester Besar 1 buah 10.000 10.000
5 Label 2 pak 5000 10.000
6 Alattulis 20.000
7 TasKresek 10 Bungkus 5000 50.000
8 Listrik 350.000
9 Softener+bibit parfum 6 Liter 20.000 120.000
10 SewaTempat 500.000
11 Transportasi 1 liter / hari 5.000 150.000
12 UpahPegawai 2 orang 500.000 1.000.000
13 Lain-lain 500.000
Jumlah Rp 3.240.000

 

BAB II
PEMASARAN RELATIONAL DALAM PEMASARAN JASA

Tujuan dari pemasaran relasional adalah menciptakan hubungan yang kuat dan bertahan lama dengan sekelompok pelanggan inti. Penekanannya adalah pada membangun ikatan jangka panjang dengan pelanggan, dengan membuat mereka merasa bahwa perusahaan berinteraksi dengan mereka dengan baik dan dengan memberikan pelanggan hubungan personal terhadap perusahaan. Hal ini didukung oleh Christopher, (2002:5) yang menyatakan bahwa memaksimalkan lifetime value pelanggan adalah tujuan fundamental dari relationship marketing. Nilai seumur hidup pelanggan (customer lifetime value) adalah jumlah pendapatan dari satu pelanggan tertentu dari waktu ke waktu yang akan bisa melebihi biaya-biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk menarik, menjual dan melayani pelanggan tersebut.
Bentuk Relational Marketing:

1. Hubungan Pelanggan (customer relationship): perusahaan kami selalu berupaya untuk memberikan kinerja yang superior. Dengan proses pencucian dan hasil yang cepat, suci dan harum, kami akan memberikan waktu cuma 2 hari bisa di ambil dengan hasil yag suci dan harum. Selain itu konsumen bisa memilih jenis parfum yang mereka sukai. Hal yang berhubungan untuk menjalin atau membangun hubungan baik dengan pelanggan yaitu :
a. Bersikap ramah terhadap setiap pelanggan
b. Menjaga mutu
c. Memberikan jaminan atau tanggung jawab apabila jasa yang diberikan tidak sesuai dengan yang diharapkan pelanggan seperti pakaian yang hilang dan pakaian masih kotor.
d. Memberikan layanan delivery order
e. Menerima kritik dan saran dari pelanggan sebagai sesuatu yang membangun.

2. Kemitraan dengan Pemasok (Supplier patnership): Kami mempunyai kemitraan dengan penjual detergen dan parfum laundry. Sehingga apabila kami ingin berbelanja sebuah keperluan laundry kami akan mendapat harga yang lebih murah.
3. Kemitraan Internal (Internal Partnership): kami selalu menerapkan sistem disiplin kepada semua pegawai kami, khususnya dalam proses pelayanan dan proses pencucian karena yang kami utamakan ialah cepat, suci dan harum. Kami selalu memberikan evaluasi kepada pegawai yang telah menjalankan tugasnya, demi meningkatkan kualitas pelayanan.
4. Hubungan dengan Masyarakat: perusahaan kami berusaha meminimalisir dampak-dampak pencemaran yang akan berakibat buruk bagi masyarakat. Dengan tidak membuang limbah sembarangan selain itu kami akan merekut pegawai di sekiar tempat tersebut.

BAB III
Perumusan Strategi Perusahaan Jasa dan Visi Dan Misi

· Visi Nade Laundry
Menjadi pemimpin dalam layanan Laundry dan dry cleaning ramah lingkungan dalam skala nasional
· Misi Nade Laundry
1. Memberikan pelayanan laundry terbaik bagi pelanggan untuk mencapai kepuasannya
2. Membangkitkan dan mengembangkan potensi perusahaan maupun mitra bisnis untuk mencapai cita-cita bersama
3. Mengembangkan potensi sumber daya manusia dan meningkatkan kesejahteraan bersama
4. Membangkitkan semangat enteurpreneurship yang sesuai syari’ah
5. Meminimalkan akibat buruk terhadap bumi dan turut memberikan kontribusi bagi kelestarian alam

· Pemasaran
Segmen pasar yang kita bidik untuk sementara waktu dan tahun-tahun berikutnya adalah mahasiswa di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di daerah Gajayana, Lowokwaru, Malang. Diperkirakan dengan jumlah mahasiswa UIN yang banyak, dengan tingkat
Promosi penjualan jasa yang kami lakukan adalah penyebaran brosur, promosi dari mulut ke mulut, dan penekanan pada pendekatan perorangan serta dengan cara memasang papan nama didepan lokasi laundry. Dengan asumsi pakaian yang dilaundrykan 3 kg/mahasiswa dan setiap harinya mahasiswa yang datang adalah 18 Pelanggan. maka dapat diperkirakan setiap harinya akan ada 54 Kg cucian pakaian untuk bulan pertama.
Kelebihan produk:
1. Laundry 5 kali cucian, gratis 1 kg cucian.(dengan syarat minimal cuci 3kg)
2. Paket landry:
a. Biasa
– Lama pencucian 2 hari
– Biaya Rp. 3.000,-/kg
b. Kilat
– Lama pencucian ½ hari
– Biaya Rp. 5.000,-/kg
3. Tersedia fasilitas antar jemput cucian
4. Proses pencucian terpisah masing-masing pelanggan.
5. Hasil cucian bersih, wangi, rapih, dan siap pakai.
6. khusus paket kilat bisa memilih parfume sesuai keinginan.
7. Cucian hilang atau rusak kami ganti maksimal 5x ongkos laundry.

· Target Dan Analisis Swot

a. Target Produk
Produk yang akan dihasilkan adalah jasa Loundry. Kualitas dari jasa laudry ini yaitu proses pencucian terpisah masing-masing pelanggan. Hasil cucian bersih, wangi, rapih, licin dan siap pakai. Sesuai dengan kapasitas peralatan produksi, produk yang dapat dihasilkan adalah sesuai dengan jumlah konsumen yang ditargetkan, dengan asumsi kerja (30 hari kerja/bulan).
b. Target Konsumen
Konsumen yang ditargetkan adalah mahasiswa usia remaja yang tinggal di kost dengan jumlah target rata-rata 540 orang perbulan atau 6480 orang pertahun.
c. Target Pendapatan
Jumlah pendapatan bersih yang ingin diperoleh setiap bulan adalah minimal Rp. 1.000.000,-

· Analisis SWOT

1. Strength
Kekuatan dari usaha ini sendiri adalah kami sangat berkomitmen untuk menjamin kepuasan para pelanggan dengan cara memberikan pelayanan yang maksimal (tepat waktu, bersih, dan tanggap terhadap keluhan para konsumen). Berikut ini kekuatan atau kelebihan laundry kami:
a. Harganya yang terjangkau.
Kami menawarkan jasa loundry kami dengan harga yang terjangkau agar semua masyarakat dapat meloundrykan bajunya ke kami.
b. Pelayanan yang baik
Kami akan berusaha memberikan pelayanan yang baik agar pelanggan merasa puas dengan pelayanan di tempat loundry kami.
c. Tempat yang strategis dan mudah dicari
Usaha loundry kami terletak di pinggir jalan sehingga mudah dicari.
d. Tempat yang nyaman.
Tempat usaha kami selalu dijaga kebersihannya dan pengaturan ruangan yang tertata rapi sehinggatidak terlihat berantakan dan kotor.

e. Weightnes
Kelemahan dari usaha ini adalah mengingat usaha kami masih baru, maka peralatan laundry seperti mesin cuci yang kami miliki masih terbatas.
f. Opportunity
Peluang dari usaha ini adalah mengingat letaknya yang berada di kawasan pendidikan yang telah kita ketahui bahwa banyak sekali mahasiswa maupun mahasiswi yang membutuhkan jasa laundry ini.

g. Treath
Ancaman yang mungkin muncul adalah semakin banyaknya pesaing-pesaing yang bermunculan dan menawarkan harga yang lebih murah di bandingkan usaha kami

· Target Usaha Dan Pengembangan Ke Depan

A. Rencana Pengembangan dan Investasi
Keuntungan yang saya peroleh dari usaha adalah :

Uraian Bulan 1 Bulan 2
Pendapatan 1620kg x Rp.3000

= Rp.4.860.000

1890kg x Rp.3000

= Rp.5.670.000

Biaya Operasional Rp.3.240.000 Rp. 4.610.000
Keuntungan Rp.1.620.000 Rp. 2.430.000

Keuntungan tersebut akan saya gunakan untuk:

Pengembalian modal 25% Rp. 405.000 Rp. 607.500
Pengembangan usaha 20% Rp. 324.000 Rp. 486.000
Tabungan 20% Rp. 324.000 Rp. 486.000
Sisa Laba Rp. 567.000 Rp. 850.500

 

Dengan menyisihkan 25%, diperkirakan pengembalian modal sekitar 18 bulan.
Untuk strategi pengembangan kami hanyan berpatokan untuk memaksimalkan strategi 4P. Semua aspek dalam teori 4P tersebut jika dijalani dengan baik, maka bisnis yang dilakoni pasti akan berjalan sebagaimana yang diharapkan. Yang menjadi salah satu poin kenapa para pengusaha laundry pemula itu sulit berkembang karena harga dijadikan point selling utama, bisnis laundry seperti ini memiliki margin yang kecil, sehingga ketika si pengusaha tersebut ingin mengejar banyak pelanggan dengan harga yang rendah maka akan merugikan pengusahanya itu sendiri
Oleh karena itu, bisnis laundry tidak hanya mematok harga sebagai point selling utama. Harga terjangkau bisa diterapkan ketika di awal sebagai strategi mencari pasar. “Selain pastinya untuk biaya hidup, dalam berbisnis laundry juga ada perawatan mesin, operasional lainnya, sewa tempat, jadi semuanya harus diperhatikan agar cashflow-nya bisa berjalan dengan baik.

BAB IV
Segmentasi, Targeting, Dan Positioning Nade Laundry

. Segmentasi
Ø Geografis : Indonesia ada dua musim, Panas dan Hujan. jika musim panas tiba pasar pun masih tetap stabil, apalagi musim hujan, Omset bisa sangat naik karena waktu yang digunakan untuk mengeringkan baju cukup waktu yang lama, sedangkan di laundry membutuhkan durasi lima sampai sepuluh menit untuk mengeringkan pakaian,
Ø Demografis :
a. usia, jenis kelamin ukuran dan siklus hidup, agama ras,generasi kebangsaan dalam bisnis laundry, selagi manusia masih memakai pakaian, dan pakaian pun masih bisa kotor, bisnis tersebut masuk dalam segmentasi apapun
b. pendapatan : UIN merupakan kalangan mahasiswa yang mempunya rata rata pendapatan orang tuanya menengah keatas, dan ini sangat potensial untuk bisnis tersebut,mengingat terdapat banyak kesibukan yang melilit mahasiswa dan dosen.
c. Karakteristik, kelas social dan gaya hidup: pendapatan di lingkungan UIN menengah keatas, sehingga rasa gengsi itu masih ada, disitu banyak peluang bagi para pemasar.
d. Perilaku :
· Pengetahuan : jasa Laundry merupakan jasa yang sangat dibutuhkan untuk eringankanbeban aktifitas mahasiswa dan dosen
· Respon : respon positif, dengan adanya jasa tersebut meringankan beban aktifitas mahasiswa dan dosen.

2. Targeting
Dari analisa yang sudah ada, lingkungan UIN malang membutuhkan kepraktisan, Single segmen contentration : Target dari laundry ini mahasiswa Universitas Islam negeri maulana malik Ibrahim malang,

3. Positionong
· Kajian terhadap konsumen : nilai yang ditawarkan Nade Laundry adalah SUCI, karena kesucian merupakan faktor utama dalam beribadah.
· kajian terhadap kapabilitas perusahaan : lokasi yang digunakan Nade laundry sangat potensial dan didukung dengan pihak pemasar untuk bisa antar jemput dan melayani konsumen.
· kajian pada pesaing : keunikan yang kami pakai melalui pewangi yang khas dan kecepatan. Yang tak dimiliki oleh laundry laundry yang lain.
· kajian terhadap perubahan yang terjadi dalam lingkungan bisnis : perubahan perubahan Nade laundry engikuti perubahan situasi dan kondisi yang ada.

BAB V
STRATEGI PRODUK JASA

Pada dasarnya tingkatan produk adalah sebagai berikut:

a. Produk inti (Core Product)
Produk inti terdiri dari manfaat inti yang dicari konsumen ketika mereka membeli produk atau jasa. Produk inti pada jasa laundry ini terletak pada jasa yang saya tawarkan kepada konsumen dalam bentuk mencucikan baju. Jasa Laundry ini ingin saya dirikan di daerah kampus di Malang dikarenakan para pelajar atau mahasiswa sebagian besar tinggal jauh dari rumah sehingga membutuhkan bantuan jasa laundry.

b. Produk Aktual (Actual Product)
Karakteristik dari produk aktual diantaranya, tingkat kualitas, nama merek, kemasan yang dikombinasikan dengan cermat untuk menyampaikan manfaat inti. Bisnis jasa laundry yang saya dirikan bernama Nade Lundry ini memiliki manfaat yang cukup besar bagi konsumennya karena memberikan pelayanan jasa yang banyak dibutuhkan oleh konsumen. Dengan menggunakan jasa laundry ini maka konsumen yang sebagian besar mahasiswa memperoleh banyak keuntungan diantaranya meringankan pekerjaan mencuci pakaian, Waktu yang biasanya digunakan untuk mencuci bisa diganti untuk belajar dan melakukan kegiatan lainnya. Bisnis jasa laundry ini berusaha memberikan tingkat kualitas dan kepuasan yang terbaik bagi pelanggan demi tingkat kepuasan dan rasa nyaman pelanggannya sehingga bisnis yang saya dirikan pun dapat berkembang lebih baik lagi.
c. Produk Tambahan
Produk tambahan harus diwujudkan dengan menawarkan jasa pelayanan tambahan untuk memuaskan konsumen, misalnya dengan menanggapi dengan baik claim dari konsumen dan melayani konsumen lewat telepon jika konsumen mempunyai masalah atau pertanyaan. Selain Produk Inti dan Produk Aktual, bisnis jasa laundry ini juga menyediakan Produk Tambahan. Bisnis jasa Nade Laundry melayani permintaan jasa laundry melalui telepon yaitu konsumen atau pelanggan bisa memperoleh jasa laundry hanya dengan melalui telepon atau sms, selanjutnya penyedia jasa akan mengambil baju kotor di rumah konsumen sehingga konsumen tidak perlu bersusah payah saat menginginkan jasa laundry, dengan kata lain bisnis jasa laundry ini juga menyediakan delivery order. Bisnis jasa laundry ini juga melayani claim dari konsumen sebagai suatu kritikan yang membangun baik secara langsung atau melalui telepon dan sms.
Bisnis jasa laundry ini masuk dalam klasifikasi Unsought Goods yaitu merupakan barang-barang yang diketahui konsumen atau kalaupun sudah diketahui tetapi pada umumnya belum terpikirkan untuk membelinya atau menggunakannya.

BAB VI
STRATEGI DISTRIBUSI JASA

Saluran distribusi merupakan sarana untuk menyalurkan produk kita terhadap konsumen atau end user, maka dari itu, produsen harus mempertimbangkan beberapa faktor yang sangat berpengaruh dalam pemilihan saluran distribusinya, pemilihan saluran distribusi yang tepat akan mengantarkan produk kita kepada sasaran yang tepat, dan hasilnya sesuai yang telah direncanakan.
Saluran yang dipilih akan mempengaruhi seluruh keputusan. Dalam rangka untuk menyalurkan barang dan jasa dari produsen kepada konsumen maka perusahaan harus benar-benar memilih atau menyeleksi saluran distribusi yang akan digunakan, sebab kesalahan dalam pemilihan saluran distribusi ini dapat menghambat bahkan dapat memacetkan usaha menyalurkan barang atau jasa tersebut.

Perantara yang perlu dipertimbangkan adalah:
1. Service yang diberikan
produsen akan bersedia menggunakan perantara jika pihak perantara tersebut memberikan service yang baik.
2. Kemampuan menjual
Faktor yang diperhitungkan dalam menggunakan perantara adalah kemampuan, menjual produk yang dihasilkan (jasa). Perantara yang berhasil mencapai volume penjualan yang tinggi maka konsumen akan tertarik memilih jasa tersebut.
3. Biaya
Faktor biaya yang harus diperhitungkan. Biaya yang merupakan hal yang tidak pernah terlepas dari segala usaha selalu diperhatikan dalam menentukan saluran.

Jasa Laundry kami dari segi lokasi dalam distribusi jasanya, mudah di capai oleh konsumen karena berdekatan dengan kampus maupun dengan lingkungan kos mahasiswa. Produsen melakukan transaksi secara langsung dengan konsumen, dalam hal ini saluran distribusi adalah saluran langsung karena kami berinteraksi langsung dengan konsumen dalam melakukan service.

BAB VII
Strategi Penetapan Harga

Pada bisnis jasa Nade laundry, dalam strategi penetapan harga menggunakan metode penetapan harga berbasis persaingan karena banyaknya bisnis jasa laundry yang ada membuat semakin ketatnya persaingan dalam berbisnis. Oleh karena itu Nade Laundry dalam menetapkan harga menggunakan metode penetapan harga berbasis persaingan yang mana dalam metode ini memiliki tujuan untuk mengalihkan pelanggan dari yang awalnya mengunakan jasa ditempat lain sehingga beralih ke Nade Laundry. Misalnya dengan menetapkan harga lebih rendah dengan selisih Rp. 500 dari harga Rima Laundry. Harga yang ditetapkan untuk layanan CKS Laundry lainnya adalah Rp. 5.000/Kg maka Nade Laundry mematok harga untuk setiap Kg nya adalah sebesar Rp. 4.500. Meskipun hanya selisih Rp. 500 lebih rendah dari jasa Laundry lainnya itu dapat menarik minat pelanggan jika pembelian jasa dalam kuantitas atau dalam jumlah besar.
Untuk lebih jelasnya berikut merupakan harga dari layanan Nade Laundry, diantaranya sebagai berikut:
1. CB (Cuci Basah) Rp. 3.500/Kg.
2. CK (Cuci Kering) Rp. 4.000/Kg.
3. CKS (Cuci Kering Setrika) Rp. 4.500/Kg.
Untuk layanan delivery order dikenakan dikenakan tarif Rp. 1.000 – 3.000. saya juga memberikan kupon cuci gratis pada 20 pelanggan pertama di awal bulan, strategi ini diterapkan untuk mengundang konsumen agar menggunakan jasa laundry ini.

 

BAB VIII
STRATEGI PROMOSI JASA NADE LAUNRY

 

Beberapa strategi promosi jasa yang biasanya di praktekan secara umum:
a. Periklanan (advertising)
· Melalui Internet
Iklan melalui internet merupakan sarana paling efektif untuk jenis usaha ini. Melalui internet kita bisa menunjukkan kepada konsumen contoh produk jasa yang kita berikan dan juga perincian produk jasa kita. Internet dapat dibuka oleh siapa saja tanpa batas umur dan batasan jangkauan wilayah sehingga melalui internet ini produk kita dapat di kenal dimanapun.
· Brosur
Dengan menggunakan media brosur kita dapat menjangkau konsumen yang mungkin tidak tersentuh oleh internet. Dengan menggunakan brosur kita juga bisa melakukan promosi di tempat-tempat yang strategis sehingga kita lebih mengena ke konsumen yang kita tuju.

b. Penjualan personal (personal selling)
Sales merupakan ujung tombak dari usaha kita. Sales merupakan personal yang paling menentukan dalam mencari konsumen dan membangun hubungan dengan pelanggan. Sales disini berfungsi sebagai ujung tombak untuk memperkenalkan produk jasa kita langsung kepada konsumen dan mempengaruhi konsumen memilih produk jasa kita. Sales juga berfungsi dalam membangun citra perusahaan.

c. Diskon
Untuk usaha ini promosi penjualan melalui diskon. Diskon ini diberikan pada event event tertentu.

d. Menjaga kualitas dan mutu produk jasa
Dengan menjaga kualitas dan mutu produk jasa akan mampu memberikan kepuasan kepada konsumen. Kepuasan konsumen ini akan mampu membagun citra perusahaan. Perusahaan akan mendapatkan manfaat dari hal ini yaitu manfaat jangka panjang. Manfaat jangka panjang konsumen dan pelanggan tidak akan lari dari perusahaan kita.

e. Pelayanan yang memuaskan
Faktor yang paling utama yang menentukan usaha di bidang jasa adalah pelayanan. Pelayanan yang memuaskan yang meliputi keramahan pelayanan, kesabaran dan selalu memberikan kepuasan kepada konsumen akan menjadikan konsumen puas terhadap perusahaan kita.

f. Pemasaran langsung ( direct marketing)
Dor to dor adalah mendatangi secara langsung konsumen yang telah menggunakan jasa kita. Untuk menanyakan secara langsung kepuasan konsumen dan keluhannya terhadap pelayanan jasa kita. Hal ini dilakukan apabila konsumen puas kita akan mempertahankan pelayanan yang kita berikan dan kita memperbaiki pelayanan yang menjadi keluhan daripada konsumen. Sehingga kita dapat menciptakan pelayanan yang terbaik bagi konsumen kita.
Jasa launry kami melakukan jenis promosi baik lewat internet (via facebook, twitter, bbm dal lainnya), promosi penjualan dengan memberikan diskon (5X cuci gratis 1X cuci), maupun pemasaran langsung. Semua semaksimal mungkin kami praktekan dalam segi promosi agar lebih dikenal dan digemari oleh konsumen kami.

 

BAB IX
STRATEGI MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA

 

Dalam pemasaran jasa, kesuksesan perusahaan sangat tergantung pada Sumber Daya Manusia yang dimiliki. Apalagi dalam perusahaan jasa, terjadi kontrak antara SDM dengan konsumen secara langsung. Perusahaan haru mengantisipasi segala kemungkinan terjadinya permasalahan dalam pengelolaan SDM mulai dari tahap seleksi karyawan hingga proses manajemen SDM yang lebih kompleks.
Jumlah SDM yang dibutuhkan dalam Nade Laundry ini yakni:
· Manajer Operasional 1 orang yang bertugas mengawasi tukang cuci, strika, dan kasir. Manajer operasional ini bertanggung jawab dari kinerja atas masing-masing tenaga kerja. Kami lebih mengutamakan lulusan dari SMK karena lebih matang akan praktek dan teorinya dan yang memiliki akhlak yang baik, kemampuan memimpin, dan akhlak yang baik.
· Tukang Cuci 2 orang yang bertugas untuk mencuci pakaian dan bertanggung jawab atas kebersihan dan kesucian pakaian yang dicuci. Untuk bagian ini kami memilih lulusan dari SMA yang ulet, rajin, dan jujur. Karena dibagian inilah yang menentukan kualitas dari laundry ini seperti kebersihan dan adanya pakaian yang tercampur dengan pakaian milik orang lain.
· Tukang setrika 2 orang yang bertugas untuk menyetrika pakaian setelah proses pencucian dan bertanggung jawab atas kerapian, kewangian dan ketelitian sekaligus pengemasan. Kami lebih mengutamakan ketelitian dan kerajinan dalam bagian ini dan minimal pendidikannya adalah SMA sederajat.
· Kasir 1 orang yang bertugas melayani pelanggan yang akan melaundrykan pakaiannya serta melakukan promosi dan penawaran-penawaran seperti parfum yang akan digunakan, harga perkilo serta kecepatan selesai pencucian sekaligus bertanggung jawab atas keuangan dalam laundry ini. Dibagian kami memilih orang yang memiliki penampilan yang menarik, kemampuan komunikasi yang baik, ketelitian, dan kejujuran. Yang memiliki minimal lulusan SMA sederajat dan lebih diutamkan lulusan pesantren.
Cara menganalisis atau menyeleksi sumberdaya manusia yang dibutuhkan dalam usaha pendirian bisnis Laundry :
· Membuat selebaran atau media cetak lainnya mengenai informasi lowongan pekerjaan
· Melampirkan persyaratan berkas permohonan pekerjaan
· Panggilan untuk seleksi pelamar
· Keputusan penerimaan yang didasarkan pada persyaratan-persyaratan yang dilampirkan
Dalam pelaksanaan dan pengawasan program dilakukan secara terorganisir dan melakukan evaluasi atau pengecekan mingguan atas dasar kepercayaan guna analisis dari faktor internal. Hal tersebut dilakukan supaya dapat mempertahankan keunggulan dan kepercayaan konsumen terhadap bisnis Laundry dan selalu dapat dipercaya kebersihannya.

 

BAB X
STRATEGI PROSES JASA NADE LAUNDRY

 

Mengelola Mutu Jasa Terdapat suatu strategi yang dapat ditempuh dalam memenangkan persaingan dengan pesaing usaha yaitu dengan cara menyampaikan layanan yang baik dan berkesan secara konsisten dibanding para pesaing dan lebih tinggi daripada harapan pelanggan. Pelayanan yang baik dari penyedia jasa akan membentuk suatu kebaikan pada pelanggan akibat proses pemberian jasa yang dilakukan sangat baik. Dari kebaikan yang telah terbentuk memungkinkan untuk peningkatan jumlah pelanggan yang ingin menggunakan jasa layanan yang sama. Untuk menghindari kegagalan dalam penyampaian jasa, perlu diperhatikan kesenjangan-kesenjangan yang mungkin terjadi, Kesenjangan terjadi antara harapan konsumen dan persepsi manajemen yang disusun. Contoh, pihak kami menginginkan kebersihan yang maksimal akan tetapi konsumen menginginkan service yang cepat. Jasa Laundri ini berusaha memberikan pelayanan dan proses dengan baik, yaitu salah satunya dengan mendengarkan keluhan dan mengaplikasikan keluhan tersebut pada perbaikan service selanjutnya yang lebih baik.
PROSES:
1. Penerimaan Pakaian
Hal pertama yang di adalah bertemu dengan pemilik pakaian dan melakukan penerimaan layanan. Lakukan dengan teliti, hitung jumlah pakaian yang hendak dicuci, hitung berat dengan akurat, pencatatan jumlah berat, jenis apakah yang dipilih, lama layanan, harga dan atas nama siapakah layanan tersebut. Catatan :
Buatlah pada bon 3 lapis:
· Lapis pertama untuk konsumen, jika pembayaran lunas.
· Lapis kedua untuk konsumen, jika pembayaran separuh harga atau saat selesai layanan.
· Lapis ketiga untuk kasir, adalah arsip pemasukkan jasa yang telah dilakukan.
Untuk tahap ini di lakukan perkonsumen agar tidak terjadi tertukar pakaian dari
konsumen satu ke konsumen lainnya.
2. Proses Pencucian
Memilihlah jenis pakaian sebelum memasukkannya. Pisahkan antara pakaian berwarna dan jenis bahan. Hal ini harus diperhatikan dengan teliti, agar terhindar dari resiko kerusakan dari pakaian tersebut. Jika terdapat pakaian terbuat dari bahan khusus, baiknya dipisahkan dan cuci dengan cara manual. Karena setiap bahan memiliki daya penyusutan yang berbeda-beda.
Memilih sabun cuci atau detergent dan softener yang berkualitas agar pakaian dapat dicuci dengan baik dan bersih. Lalu memasukkan sabun cuci baju kedalam mesin cuci dan tak lupa softenernya lalu biarkan bekerja sampai selesai. Agar pakaian nyaman dipakai proses pelembutan serat kain sangat diperlukan, gunakan softener yang cocok,sehingga pakaian tidak berbau apek dan menjadikan serat kain lembut, sehingga proses strika tidak memakan waktu lama.
3. Proses Pengeringan
Pada cara ini harus mengeringkan total sampai ke 100%. Pada pakaian yang bersifat poliuretan dan lycra seperti : baju renang, tali kur, sweater parasut,dll harus diperhatikan selalu, karena bahan tersebut mengandung serat plastik dan karet. Jadi pada saat pengeringan/ dryer hanya sebentar saja cukup 15 sampai 20 menit.

4. Proses Penyetrikaan
Setelah pakaian kering dari dryer dapat dilakukan penyetrikaan, agar pakaian tidak kusut dan terlihat rapi. Pastikan semua sisi rapi dan hati-hati untuk daerah bahan sensitif (seperti label dibagian bawah baju dan merek yang terdapat setiap pakaian), karena akan membuatnya meleh dan memberi efek gatal pada saat dikenakan. Menggunakan Setrikaan , jenis ironer/setrikaan juga mempengaruhi kualitas proses ini, selain pengetahuan cara menyetrika terhadap jenis bahan/kain.
Jika penyetrikaan telah rapi, didiamkan selama kurang lebih 10 menit untuk menghilangkan sisa panas dan berilah parfum khusus laundry yang berfungsi untuk memberikan kesegaran yang tahan lama. Karena dengan begitu pakaian akan lebih wangi ketika diberikan ke konsumen.
5. Proses Pengepakkan
Langkah selanjut adalah pengepakan dimana pakaian yang sudah rapi dari penyetrikan yang didiamkan sekitar 10 menit agar sisa panasnya menghilang dapat dimasukkan kedalam plastik pengepakkan. Buatlah hasil pengepakkan yang rapi dan tidak memiliki celah, agar disaat dijinjing tidak kusut. Dengan begitu konsumen mudah untuk membawanya.

6. Proses Penaruhan Ke Rak
Ini adalah langkah terakhir setelah semua pengerjaan dari awal telah selesai. Setelah pakaian dipak, ada baiknya Anda meletakkan di susuna rak yang memang khusus dibuat agar memudahkan pengambilan oleh pemiliknya nanti, jangan lupa berikan tanda dari setiap konsumen yang melakukan jasa laundry agar tidak terjadinya kesalahan.

BAB XI
STRATEGI LINGKUNGAN FISIK JASA NADE LAUNDRY

 

Jasa usaha harus mempelajari seutuhnya dari pola dalam menjalankan aktivitas usahanya. Sumber daya manusia hendaknya dijadikan prioritas dalam perencanaan produk maupun tingkatan kerjanya. Lingkungan fisik pada stasiun kerja agar sumber daya manusia merasa nyaman dalam melakukan tugasnya. Strategi ini merupakan suatu hal yang nyata turut mempengaruhi keputusan konsumen, untuk melakukan pembelian atau orderan.
Jasa Laundry ini memadukan berbagai elemen baik dari tata letak perabotan ruangan, aroma ruangan, suasana, suara, visual yang semua elemen tersebut dapat memanjakan konsumen dan tidak bosan untuk datang mengorder jasa pencucian seperti yang mereka inginkan.
Label jasa usaha pun dibuat berbeda dengan jasa usaha pencucian yang lain, yang berdampak pada mudahnya diingat jasa usaha pencucian kami menurut konsumen dan untuk warna tempat kami menggunakan dominan orange karena memiliki kesan fresh dan lebih mampu merangsang pandangan mata.

 

BAB XII
MANAJEMEN KUALITAS JASA

 

Untuk meningkatkan kepuasan pelanggan haruslah perlu adanya suatu pelayanan terbaik atau keunggulan layanan dari suatu perusahaan jasa. Menurut Parasuraman, dkk (dalam Lupiyoadi & Hamdani, 2008:182) dimensi kualitas jasa dibagi menjadi lima. Yaitu;

Tangible (bentuk fasilitas fisik)

Kemampuan suatu perusahaan dalam menunjukkan eksistensinya kepada pihak eksternal. Penampilan dan kemampuan sarana dan prasarana fisik perusahaan yang dapat diandalkan keadaan lingkungan sekitarnya merupakan bukti nyata dari pelayanan yang diberikan oleh pemberi jasa.
Fasilitas fisik, perlengkapan, dan sarana komunikasi serta yang lainnya harus ada dalam proses jasa khususnya jasa laundry. Peralatan yang digunakan pada Nade laundry utamanya adalah mesin cuci. Mesin cuci sangat berperan penting dalam proses laundry. Nade Laundry membutuhkan beberapa mesin cuci yaitu sebanyak 3 buah mesin cuci. Mesin cuci yang digunakan sekaligus memiliki fasilitas pengering langsung tanpa memindahkan baju yang telah dicuci ke mesin pengering sehingga proses pengerjaan lebih efektif dan tepat waktu.

Reability (Kehandalan).

Keandalan (reliability), yaitu kemampuan perusahaan untuk memberikan pelayanan sesuai dengan yang dijanjikan secara akurat dan terpercaya. Kinerja harus sesuai dengan harapan pelanggan yang berarti ketepatan waktu, pelayanan yang sama untuk semua pelanggan tanpa adanya kesalahan, sikap yang simpatik, dan dengan akurasi yang tinggi.
Pelayanan jasa sesuai dengan janji yang disepakati antar kedua belah pihak. Proses Laundry berlangsung kurang lebih 2 hari. Sehingga dalam waktu 2 hari pelanggan bisa datang untuk mengambil pakaian mereka atau pihak karyawan yang mengantar ke tempat pelanggan, sesuai dengan kesepakatan di awal.
Nade Laundry memberikan tanggung jawab apabila terjadi masalah dalam pemberian jasa laundry apabila masalah yang terjadi karena kelalaian kami. Misalnya adanya pakaian yang luntur, hilang ataupun tertukar. Pada bisnis jasa laundry Nade Laundry membantu konsumen dalam memberikan pelayanan jasa secara cepat dan tepat serta siap menangani respon permintaan para konsumen semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuan yang ada.

3. Responsiveness(Ketanggapan)
Suatu kebijakan untuk membantu dan memberikan pelayanan yang cepat (responsif) dan tepat kepada pelanggan, dengan penyampaian informasi yang jelas. Membiarkan konsumen menunggu persepsi yang negatif dalam kualitas pelayanan.
4. Assurance (Jaminan)
Jaminan dan kepastian (assurance), yaitu pengetahuan, kesopansantunan, dan kemampuan para pegawai perusahaan untuk menumbuhkan rasa percaya para pelanggan kepada perusahaan. Hal ini meliputi beberapa komponen antara lain komunikasi, kredibilitas, keamanan, kompetensi, dan sopan santu.
Nade Laundry memberikan pelayanan yang baik kepada konsumen. Dengan cara :
· Karyawan memberi jaminan berupa kepercayaan diri kepada konsumen.
· Membuat konsumen merasa aman saat menggunakan jasa Nade Laundry.
· Karyawan yang sopan.

5. Emphaty (Empati)
Empati (empathy), yaitu memberikan perhatian yang tulus dan bersifat individual atau pribadi yang diberikan kepada para pelanggan dengan berupaya memahami keinginan konsumen. Dimana suatu perusahaan diharapkan memilki pengertian dan pengetahuan tentang pelanggan dan memahami kebutuhan pelanggan secara spesifik.

BAB XIII
E-MARKETING JASA NADE LAUNDRY

E-marketing atau online-marketing merupakan segala usaha yang dilakukan untuk melakukan pemasaran suatu produk atau jasa melalui atau menggunakan media Internet atau jaringan www (World Wide Web). Kata e dalam e-pemasaran ini berarti elektronik (electronic) yang artinya kegiatan pemasaran yang dimaksud dilaksanakan secara elektronik lewat Internet atau jaringan cyber. Kegiatan pemasaran Internet umumnya meliputi atau berkisar pada hal-hal yang berhubungan dengan pembuatan produk periklanan, pencarian prospek atau pembeli dan penulisan kalimat-kalimat pemasaran.
Jasa laundry kami mempromosikan usaha selain secara langsung, namun juga mempromosikan melalui dunia maya (internet), mengapa demikian, yaitu dengan alasan zaman sekarang banyaknya pengguna internet yang menggunakan internet untuk mengetahui informasi-informasi termasuk produk jasa. Ini merupakan pangsa pasar yang besar. Sekarang tergantung kami, bagaimana design penyampaiannya.
Kami mempromosikan lebih banyak pada media sosial seperti facebook, twitter, bbm. Karena tidak di pungkiri orang Indonesia lebih banyak mengunjungi media sosial dibandingkan website lainnya. Sebagian besar konsumen usaha laundry ini adalah memiliki karakteristik seperti:

Keluarga, profesional, pengusaha, atau orang-orang sibuk yang nyaris tidak memiliki waktu untuk mengurusi hal-hal kecil seperti pakaian.
Orang yang melek teknologi dan menggunakan gadget dan perangkat berteknologi tinggi setiap harinya.
Orang yang lebih menyukai layanan berbasis internet, seperti berbelanja online, atau jasa online untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, karena lebih cepat dan praktis.

Maka jasa laundry online ini kami jalankan dengan mekanisme sebagai berikut:

Order; konsumen masuk ke website atau webpage anda dan memesan layanan laundry secara online.
Collect; anda atau karyawan anda menjemput cucian di tempat yang telah ditentukan konsumen dengan membawa tas untuk menyimpan pakaian tersebut
Clean; proses pencucian dilakukan seperti biasa, sesuai layanan yang dipilih konsumen, seperti pencucian biasa atau dry cleaning;
Deliver; anda atau karyawan anda mengantar kembali pakaian yang sudah bersih ke alamat konsumen.

Artikel ini telah tayang di : http://nadelaundry87.blogspot.com
dengan Judul : Usaha Jasa Laundry Kiloan “Nade Laundry”
Penulis : oky wahyu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *