Inspirasi usaha Daging Kelinci

harga 1 porsi sate kelinci,perhitungan bisnis sate kelinci,omset sate kelinci,harga sate kelinci 2017,peluang bisnis daging kelinci,keuntungan usaha sate kelinci,distributor daging kelinci,sate kelinci terdekat

Inspirasi usaha Daging Kelinci

harga 1 porsi sate kelinci,perhitungan bisnis sate kelinci,omset sate kelinci,harga sate kelinci 2017,peluang bisnis daging kelinci,keuntungan usaha sate kelinci,distributor daging kelinci,sate kelinci terdekat

Arief terjun ke dunia wirausaha pada 2010, setelah ‘gerah’ berkarier sebagai seniman. Mulanya, Arief usaha abon daging kelinci. Ia membagi dan menawarkan kepada orang lain. Permintaan meningkat.

Namun, setelah setahun, Arief berhenti karena pasokan daging kelinci sangat sedikit. Kemudian Arief berpikir mengapa engga menjadi produsen saja? Arief pun membuat www.dagingkelinci.com di bawah PT Agrovity Industries.

Modal awal Arief untuk usaha ini sekitar Rp50 juta yang ia gunakan sebagai modal untuk membangun rumah kandang, kandang kelinci, indukan, alat perawatan, pakan dan gaji pegawai. Masalah kualitas kandang, sangat penting dalam usaha kelinci. Yang penting sirkulasi udara bagus dan air engga masuk. Kelinci engga dapat kena air. Embun saja dapat membuat hewan itu borok.

Hambatan yang Arief hadapi adalah paradigma masyarakat terhadap daging kelinci. Umumnya, mereka melihat kelinci bukan sebagai ternak, namun setengah hewan peliharaan, setengah makanan. Cara mengubah hal itu, mau engga mau, dengan menjual sebanyak-banyaknya sehingga daging kelinci menjadi hal yang umum.

Arief memiliki alasan tertentu kenapa ia percaya daging kelinci akan digemari masyarakat. Daging kelinci konon, ia dapat menjadi obat asma tradisional, engga memiliki lemak tak jenuh, sangat rendah kalori, tinggi protein dan kalsium. Di India, daging kelinci disebut-sebut sebagai yang paling enak. Hal inilah yang memudahkan Arief menembus pasar yang peduli terhadap gaya hidup sehat. Apalagi, ia engga rentan terhadap virus penyakit, seperti sapi gila atau flu burung.

Strategi lain adalah melakukan sistem plasma. Arief merekrut peternak-peternak lain, memberi indukan untuk mereka ternakkan. Arief juga ikut menjaga kualitas ternak, memberi semacam target – bobot dan kuota produksi. Timbal-baliknya, Arief pasti membeli hasil mereka, berapa pun jumlahnya. Dan jika mereka menjual ke orang lain dengan harga sekitar Rp30.000, Arief dapat membeli dengan harga Rp50.000-55.000. Kalau Arief membeli dengan murah, mereka sengsara.

Saat ini jumlah produksinya mencapai 1,6 ton per bulan. Selain bergerilya menjual langsung ke orang per orang, ada permintaan besar dari Jakarta (100kg per minggu) dan Madiun (300kg per minggu). Kalau eceran, harga jual per kilogram adalah Rp75.000. Keunggulan dari produk Arief lebih karena menggunakan kelinci pilihan, persilangan antara kelinci New Zealand white dan lokal. Agar lebih awet, Arief menjual daging yang dikemas dalam plastik dan divakum.

usaha ini sangat potensial karena masih merupakan ‘blue ocean’ dan ‘ujung’-nya belum kelihatan. Arief percaya, usaha yang dilakukan di hulu pasti akan habis. Untuk kelinci, selain daging, kulit dan kotorannya pun dapat dijual. Lagipula, masih banyak pengembangan yang dapat dilakukan. Membuat varian produk baru,seperti nugget, menjual franchise, hingga diversifikasi usaha.

Saat ini, Arief sedang memesan mesin pembuat pakan. Dengan begitu, nanti Arief dapat menjual pakan tersebut kepada peternak lain, sekaligus mempererat hubungan dan mencari plasma baru.

Artikel ini telah tayang di : http://bukusaku-catatanku.blogspot.com
dengan Judul : Inspirasi Bisnis Daging Kelinci
Penulis : Bayu Maitra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *