Cara Riset Keyword – Belajar Mencari Keyword Turunan Paling Jitu

riset keyword gratis cara mencari keyword turunan cara riset keyword paling jitu google keyword planner gratis cara riset keyword dengan semrush cara riset keyword 2018 cara riset keyword ampuh keyword research tools ubersuggest

Cara Riset Keyword – Belajar Mencari Keyword Turunan Paling Jitu

riset keyword gratis  cara mencari keyword turunan  cara riset keyword paling jitu  google keyword planner gratis  cara riset keyword dengan semrush  cara riset keyword 2018  cara riset keyword ampuh  keyword research tools ubersuggest

Semua orang, yang bermain di dunia blog/ website suatu saat akan sadar bahwa riset keyword itu penting.

pada saat mereka sudah lelah membuat banyak konten berualitas tapi blognya tetap sepi.
Meskipun sudah di peringkat 1.

karena itu, riset kata kunci diperlukan sebelum menulis artikel dari awal

Bukan pada saat mereka sadar blog atau websitenya salah.

karena itu, selamat datang di pemblajaran riset kata kunci.
kenapa? keyword research itu sangat penting?
Saya kasih tanda garis bawah pada sangat karena memang sangat penting.

Coba ingat-ingat lagi, tujuan anda apa dari belajar SEO,

Mendatangkan pengunjung…?
Meningkatkan penjualan di situs anda…?
Atau mendapatkan penghasilan dario penjualan anda…?

Biasanya semua dari ketiga hal di atas.

Dimulai dari mndatabgkan pengunjung, kemudian penjualan akan meningkat , dan anda akan mendapatkan penghasilan.

Sayangnya, tanpa melakukan riset kata kunci, semua itu pasti mustahil.

kenapa?

ini dia alasannya.
Disini para blogger pemula banyak melakukan kesalahan
Tidak, semua keyword itu sama.

Ada keyword yang sering dicari, ada pula yang sepi.

Kalau anda tidak paham, dengan keyword research maka kemungkinan besar anda akan menargetkan kata kunci yang tidak pernah dicari sama sekali.

Itulah, yang sering dilakukan oleh kebanyakan blogger pemula.

Mereka membuat konten tanpa peduli dengan keyword

kemudian merasa bangga, bahwa websitenya sudah masuk ke halaman satu.

Tapi, pengunjungnya tetap sedikit.

Tidak ada, perubahan sama sekali.

kan Percuma?

Sudah susah payah, membuat konten.

tapi, ternyata tidak ada yang tertarik.
Dan disinilah, para pakar terjebak
Katakanlah Budi, punya website, yang menjual suatu produk.

Supaya, website ini banyak pengunjungnya.

Budi

menargetkan keyword-keyword dengan volume pencarian yang besar melalui Google Keyword Planner.

Okelah karena Budi ini pakar SEO 2 minggu kemudian peringkat 1

Pengunjung, berdatangan

Tapi ternyata, tidak ada yang membeli produk yang ditawarkan.

Kenapa?

Ini, penyebabnya:

Budi, telah mengincar kata kunci yang salah

Yang perlu anda inga,t tujuan dari keyword research, bukan hanya untuk menemukan kata kunci dengan jumlah pencarian terbanyak

Bukan cuma mendatangkan pengunjung, Melainkan untuk mendatangkan pengunjung, yang tepat sasaran

Kalau, anda ingin supaya mereka membeli produk yang anda tawarkan, maka anda harus menargetkan keyword, yang digunakan oleh orang, yang memang ingin membeli

Yang paling parah, ini kesalahan, yang diajarkan, secara turun-temurun
Bicara tentang riset keyword, biasanya hal yang pertama kali dilakukan

adalah

membuka, Google Keyword Planner

Lalu, memasukkan keyword

Ini tidak benar Terutama bagi pemilik website baru

Kesalahan ini terlalu parah sampai sampai cara tersebut terus dilakukan dan diajarkan secara turun temurun kepada pemula

Kacau

Lihat kasus berikut

Misalnya,

Budi punya website yang menjual jasa kursus Bahasa Inggris

Maka Budi ingin mendapatkan peringkat 1 untuk kata kunci “kursus bahasa inggris”

Kata kunci ini dijadikan sebagai target utama

Sampai di situ tidak ada masalah

Ini masalahnya

Seperti yang dilakukan banyak orang Budi langsung memasukkan keyword utamanya ke Google Keyword Planner.

riset kata kunci

Selanjutnya apa?

Budi ingin mendapatkan rangking 1 untuk semua kata kunci tersebut

Oleh karena itu maka Budi membuat 6 artikel masing masing menggunakan kata kunci yang ditampilkan dalam gambar tersebut

Seminggu dua minggu berlalu

Ternyata, tidak satupun dari artikel tersebut mendapatkan peringkat yang bagus di Google.

Lebih parahnya lagi website Budi bahkan tidak ada di 10 halaman pertama

malah website budi telah kena penalti

Apa yang terjadi Kenapa Budi kena penalti?
Lihat lagi keyword tadi

Semuanya hampir sama

Ketika Budi membuat artikel yang masing-masing mengincar keyword tersebu artikel di websitenya akan jadi mirip semua Tidak ada variasi

Akibatnya 2

Pengunjung akan menganggap website anda dibuat secara asal-asalan sehingga akan langsung pergi karena tidak mendapatkan informasi yang bagus

Tidak hanya itu

Google dan mesin pencari lain akan menganggap ‘website’ anda kurus

Kita tahu bahwa Google tidak suka website yang kurus artinya website yang semua halamannya mengincar keyword yang sama Sehingga isinya juga sama

Itu sebabnya Budi kena penalti

Maka dari itu saya tekankan sebelum kita mulai

Google Keyword Planner ‘BUKAN’ tool untuk menemukan kata kunci baru

Lain kali, kalau ada orang yang menyarankan para pemula untuk menggunakan Google Keyword Planner untuk mencari keyword beritahukan kepada mereka akibatnya

Sekarang karena anda sudah paham berbagai kesalahan yang dilakukan terkait keyword researc saatnya kita mulai belajar tahapan yang benar

Silahkan mulai dari bab pertama

Selama ini kita menganggap semua keyword itu sama

hanya sebagai sebuah kata

Kenyataannya tidak demikian Kita harus menilai keyword berdasarkan intent dari pencarinya
Tidak semua keyword punya nilai yang sama

Ada keyword yang dicari oleh banyak orang

tapi

sama sekali tidak berguna Ada juga keyword yang volumenya sedikit

tapi

nilainya tingggi

Dalam artikel pelajaran ini kita akan belajar menilai keyword berdasarkan search intent

Search intent diartikan sebagai apa maksud atau tujuan dari pencarian yang dilakukan

Contoh

ada orang yang melakukan pencarian di Google dengan keyword

berikut

laptop asus
beli laptop asus
aptop asus terbaik di bawah 2 jutaan

Kira-kira, apa hasil pencarian yang mereka harapkan untuk masing-masing keyword tersebut?

Coba bayangkan

Wajarnya seperti ini

nomornya berdasarkan urutan di atas

Ingin mengetahui jenis laptop dari website resmi perusahaan ASUS
Ingin membeli laptop ASUS
Ingin mencari artikel rekomendasi laptop ASUS berdasarkan harga

Masuk akal, kan?

Dengan mengetahui maksud atau intent tersebut kita bisa membayangkan konten apa yang diinginkan oleh pencari

Inilah cara kerja Google

Google paham bahwa orang yang menggunakan kata kunci beli laptop asus pasti ingin membeli maka dari itu halaman produk dari toko online akan mendapatkan peringkat atas

Sedangkan, konten artikel mustahil bisa mendapatkan halaman 1 untuk keyword tersebut

Bagaimana dengan keyword pertama “laptop asus”?

Google paham bahwa user butuh informasi resmi/terpercaya Maka dari itu akan sangat sulit bagi website baru untuk bersaing di keyword ini

Itulah search intent

Lebih lengkapnya kita bisa bagi search intent ke dalam 4 kategori

#1 – Informational
Seperti namanya orang yang menggunakan keyword informational pasti butuh informasi dengan cepat
Contohnya

kalori tempe
siapa presiden pertama indonesia?
nilai dolar amerika hari ini
cara membuat blog
gejala demam berdarah

Maka dari itu konten yang kita berikan harus berupa informasi

Informational intent merupakan keyword yang paling banyak volumenya dibandingkan intent lain.

Karena itu website yang berisi informasi banyak bertebaran di internet

Tapi,

ada yang harus diperhatikan

Google paham, bahwa user ingin mendapatkan informasi dengan cepat

Maka, seringkali untuk keyword yang sifatnya informational Google sudah memberikan jawabannya langsung

#2 – Navigational
Keyword jenis ini

biasanya, volumenya besar tapi tidak ada manfaatnya

Biasanya karena si pencari ingin langsung mengunjungi suatu website ketika melakukan pencarian

maka dari itu, website lainnya tidak akan mendapatkan pengunjung
Contohnya

“garuda indonesia
“kaskus lounge
login facebook

Mereka yang menulis keyword tersebut pasti ingin langsung ke website resminya mereka cuma menggunakan Google sebagai sarana numpang lewat

Jadi hindari keyword ini
#3 – Commercial Investigation
Ketika akan membeli suatu produk apalagi yang harganya tinggi, biasanya kita tidak langsung beli begitu saja.
Kita akan search dulu di Google

Kita akan membaca-baca dulu supaya tahu betul mana yang terbaik

belinya dimana
harganya berapa
apakah sedang ada promo atau tidak

Inilah keyword commercial investigation

Keyword yang kita gunakan ketika ingin mempelajari tentang produk atau jasa tertentu sebelum membeli
Contoh

hp android di bawah 5 jutaan
“harga kamera canon d330
“tempat kursus bahasa inggris di bandung
“web hosting terbaik di indonesia

Keyword jenis ketiga ini, berpotensi menghasilkan pembeli

Meskipun, mereka mungkin belum ingin membeli langsung, saat itu juga

tapi, minimal mereka sudah pikir-pikir.

Tugas kita adalah,

meyakinkan mereka

Kalau anda ingin menjual produk/jasa cari sebanyak-banyaknya keyword commercial investigation yang berhubungan dengan bisnis anda

Kemudian, siapkan konten yang berkualitas dan tepat sasaran
#4 – Transactional
Ini tingkatan yang paling tinggi

Orang yang melakukan pencarian di Google, menggunakan keyword transactional, berarti sudah siap membeli suatu produk/jasa

Contoh

“beli baju batik online
“jual sepatu futsal nike
“iphone bekas murah

Kalau, anda menjual produk atau jasa anda harus punya keyword ini

Meskipun volume pencariannya sedikit tapi tingkat konversinya sangat besar

Dibandingkan

dengan keyword informational volume besar tapi konversi kecil

Tapi sayangnya persaingan keyword seperti ini,

sangat berat

apalagi kalau anda menjual produk produk yang populer

Biasanya sudah ada situs e-commerce raksasa seperti;
Lazada
Matahari Mall
Zalora
dll.

Website baru, akan kesulitan untuk mengalahkan para raksasa tersebut

Oleh karena itu selanjutnya akan kita bahas, bagaimana strategi yang harus anda lakukan
Memahami strategi keyword
anda, sudah pelajari 4 jenis keyword

Ada yang volumenya besar, tapi nilainya kecil (informational) ada juga yang volumenya kecil, tapi nilainya besar (transactional)

Lalu, keyword mana yang kita gunakan?

Sebelum itu saya perlu memberitahu anda 1 kesalahan yang paling umum dalam SEO, dan online marketing

Terlalu fokus, di kata kunci transactional

Maksudnya semua konten di halaman website mereka hanya mengincar kata kunci yang sifatnya transactional

Kata kunci lainnya diabaikan

Jangan lakukan seperti itu lagi.

Akibatnya

Pengunjung website, tidak mendapatkan informasi yang memuaskan
Website anda, jadi terlihat mencurigakan/tidak terpercaya
Sulit mendapatkan peringkat tinggi, karena kontennya tipis

Maka dari itu anda harus punya 3 jenis keyword tadi

informational
ommercial investigation
dan transactional

Jumlah?

Tergantung sih

Kalau anda sanggup membuat banyak konten

maka informational, sebaiknya lebih banyak daripada commercial investigation dan transactional

Kalau tidak mampu maka commercial investigatian lebih banyak

Yang terpenting perhatikan 2 hal ini

Jangan buat, terlalu banyak konten dengan kata kunci transactional. Fokus ke kualitas bukan kuantitas
Keyword informational, harus masih berhubungan dengan jenis produk yang dijual

seperti itu

Langsung kecara mencari keyword yang tepat
1. Dapatkan beberapa ide awal dari keyword utama
Anda saat ini baru punya satu keyword

yaitu, kategori/industri website anda sendiri

Misalnya, website yang menjual tiket pesawat kira-kira keywordnya .

jual tiket pesawat

Satu ini saja belum cukup

Kalau satu keyword tadi anda masukkan di tool seperti Google Keyword Planner maka anda melakukan kesalahan seperti di atas tadi

Maka dari itu inilah yang anda lakukan

Pikirkan beberapa keyword, yang berkaitan dengan keyword utama tadi

lalu pisahkan berdasarkan search intent

contoh saya cuma mencari kurang dari 10 keyword tiap intent

di prakteknya nanti anda sebaiknya mencari jauh lebih banyak dari ini

Lebih banyak lebih baik

Perhatikan, terutama di bagian informational

Keyword keyword ini bukan tentang tiket pesawat, tapi hubungannya masih sangat dekat

Ketika, ada yang mengunjungi website anda melalui keyword informationa

mereka mungkin tidak akan langsung membeli

tapi, lain kali saat mereka butuh

mereka, akan datang kepada anda

Maka dari itu keyword informational berguna untuk mendapatkan pembeli dalam jangka panjang.\
Nilainya rendah, tapi sangat bermanfaat

Kalau anda bingung, dalam mencari idenya, coba jawab pertanyaan berikut

Informational

Apa, permasalahan yang dimiliki oleh target pasar anda?
Apa, yang membuat mereka tertarik membeli produk/layanan anda?
Permasalahan apa, yang diselesaikan melalui produk/layanan anda?
Apa, hal lain yang ingin mereka ketahui disamping produk anda?

Commercial investigation:

Apa, yang jadi pertimbangan mereka sebelum menentukan pilihan?
Informasi apa, yang mereka cari sebelum membeli? (spek, manfaat, harga)
Bagaimana, cara mereka membandingkan produk sejenis? (terbaik, vs, review)
Apa ada kata sifat, yang menggambarkan produk/layanan anda? (murah, berkualitas, biru, merah)

Transactional:

Bayangkan, anda ingin membeli produk anda secara online, apa yang akan anda cari dari Google?
Apakah, anda menyediakan diskon, gratisan, dan sejenisnya?

Di gambar tabel tadi, ada keyword yang belum lengkap kalimatnya .

misalnya:
tujuan wisata terbaik di

Sekarang, kita akan menggali versi lengkapnya dalam langkah kedua.
2. Gali keyword tambahan di KeywordTool.io

3. Cari volume pencarian di GKP
Selanjutnya, dengan berbekal kata kunci dari KeywordTool.io kita menuju ke GKP.

Tool lain untuk lakukan riset keyword
1. SEMRush – intip keyword dari website saingan
2. Long Tail Pro – mencari keyword, bersembunyi yang berharga
3. Term Explorer – analisa banyak keyword. sekaligus
4. MozBar/SEOQuake – untuk yang suka manual

sumber referensi : http://toretoim.blogspot.com/2017/02/riset-kata-kunci-keyword.html

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *