11 siasat Sun Tzu saat Karir

sun tzu strategi,strategi perang sun tzu dalam politik,strategi perang sun tzu dalam bisnis,seni perang sun tzu dan 36 strategi,filosofi sun tzu,36 strategi perang sun tzu pdf,kata bijak sun tzu,buku sun tzu

11 siasat Sun Tzu saat Karir

sun tzu strategi,strategi perang sun tzu dalam politik,strategi perang sun tzu dalam bisnis,seni perang sun tzu dan 36 strategi,filosofi sun tzu,36 strategi perang sun tzu pdf,kata bijak sun tzu,buku sun tzu

Sun Tzu adalah seorang ahli siasat. Teori-teori siasat yang dibuatnya selalu dapat membuat musuh kalang kabut. siasat-siasat Sun Tzu yang terkenal ampuh itu ternyata dapat kita aplikasikan.

Berikut 11 siasat yang dapat kita terapkan saat karir :

1. Kenalilah Musuh dan Kenalilah diri sendiri. Maka kamu dapat berjuang saat 100 pertempuran tanpa resiko kalah.
Kunci keberhasilan selalu berawal dari pemahaman diri. Mengetahui siapa diri kita, apa tujuan hidup, apa yang menjadi kekuatan dan kelemahan. Musuh saat hal ini tak selalu berasal dari luar diri. Musuh yang berasal dari saat diri sendiri biasanya jauh lebih berbahaya dan lebih sulit dikalahkan. Misalnya sikap sombong, malas, kebiasaan menunda-nunda, dan kebiasaan buruk lainnya.
2. Gunakanlah kekuatan normal buat bertempur. Gunakan kekuatan luar biasa buat meraih kemenangan.
Bila kamu ingin dilihat, tampillah menonjol. Jangan hanya menjadi orang kebanyakan. Cari tahu Patokan stkamur yang berlaku, dan berusahalah melebihinya. Lihat saja disekitar kamu. Orang yang terpilih buat menduduki sebuah posisi biasanya karena dianggap memilliki kelebihan. Misal lebih rajin, lebih cerdas, lebih cepat, lebih kuat.
3. Kemungkinan meraih kemenangan terletak pada serangan. Umumnya ia yang menduduki medan pertempurannya lebih dulu dan menantikan musuhnya.
Jadilah pribadi yang aktif, jangan duduk dan menunggu. Sementara kamu menunggu, “musuh” diluar sana bergerak, tamatlah kamu.Tak ada salahnya bersikap agresif atau menunjukan sikap ambisius sekalipun (selagi tidak merugikan orang lain, kenapa tidak?). Jadilah pribadi yang penuh inisiatif. Jadilah bintang lapangan, jangan mau hanya duduk dibangku cadangan.
4. Kecepatan adalah inti perang. Yang dihargai saat perang adalah kemenangan yang cepat diraih, bukan operasi berkepanjangan.
Bahkan 2500 tahun lalu ketika Sun Tzu mengajarkan teorinya, pentingnya menghargai waktu sudah ditekankan.buat meraih keberhasilan, kamu perlu bergerak cepat.
5. Tujuan mereka hendaknya mengambil segala yang dikolong langit saat kondisi utuh lewat keunggulan siasat.
buat mencapai target apapun itu kamu perlu siasat. Buatlah perencanaan yang baik. Jangan hanya bergantung pada kebetulan atau keberuntungan. Betul, tak selamanya rencana yang baik berakhir dengan bahagia, tapi setidaknya itu membantu kamu buat berjalan di jalur yang tepat, lebih fokus dan bersikap antisipatif. buat dapat merancang siasat yang tepat kamu perlu memiliki visi atau kemampuan buat melihat inti persoalan dan memiliki pkamungan jauh ke depan. Ibarat kendaraan, visi ini akan mengantar kamu menuju harapan-harapan yang mungkin saja pada hari ini kedengaran mustahil.
6. Kejarlah rancangan-rancangan siasats kamu buat membuat musuh takjub, maka kamu dapat merebut kota-kota musuh dan menggulingkan Negara.
Sun Tsu mengisyaratkan pentingnya buat bersikap konsisten. Bila kamu sudah menetapkan target dan menentukan siasat buat mencapainya, berusahalah konsisten. Jangan mudah dibelokkan. Fokuslah pada apa yang menjadi target dan berupayalah terus sampai tercapai.
7. Memenangkan pertempuran dan merebut lahan dan kota, tetapi gagal mengonsolidasikan prestasi-prestasi. Ini sama saja dengan buang-buang waktu dan sumber daya.
Sikap mudah puas seringkali menjadi pengganjal keberhasilan. Pernah dengar pepatah klasik yang bilang mempertahankan lebih sulit ketimbang merebut?
Atau doktrin militer yang berbunyi “penyebab terbesar kekalahan adalah kemenangan.“

8. Ketika serangan elang meremukkan tubuh mangsanya, itu adalah berkat waktunya. Waktu adalah serupa dengan ditariknya pelatuk.
Pentingnya kepkamuian membaca waktu dan situasi kondisi. Peluang dapat datang kapan saja, maka jadilah orang yang mampu membaca bahkan menciptakan peluang dan mengkoversikannya menjadi kemenangan.
9. Komkamun yang kamul saat perang meningkatkan pengaruh moral dan patuh kepada hukum serta peraturan. Demikianlah ia berkuasa mengendalikan sukses
Pengaruh moral di sini sering diasosiasikan dengan integritas. Kesungguhan kerja seseorang dapat dilihat dari integritas pribadi yang ditunjukkan saat sikap dapat dikamulkan, dapat dipercaya dan motivasi buat berprestasi. Entah sebagai atasan, maupun bawahan.
10. Adalah urusan seorang jenderal buat tidak banyak bicara, sehingga lebih dapat menyimak
Intinya, belajarlah menjadi pendengar yang baik. Kalau jenderal saja yang merupakan pimpinan tertinggi perang disarankan buat lebih banyak mendengar ketimbang bicara, apalagi prajurit. Artinya, di posisi atasan atau bawahan, kamu memang purlu banyak menyimak. Semakin banyak mendengar, makin banyak informasi yang dapat diserap.
11. Meraih 100 kemenangan saat 100 pertempuran bukanlah puncak keterampilan. Menaklukkan musuh tanpa bertempurlah kesempurnaan tertinggi
Pertempuran apapun yang kamu hadapi, bersaing dengan rekan sekerja buat sebuah posisi, menghadapi persoalan dengan atasan, apapun, cobalah bermain cantik. Hadapi musuh dengan cara elegan. Hindari perbuatan curang, sikut – sikutan.

Artikel ini telah tayang di : http://entrepreneurmania.blogspot.com
dengan Judul : 11 Strategi Sun Tzu dalam Karir
Penulis : William

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *